Minggu, 03 Juni 2012

Survey : Metode Belajar



Survey Metode Belajar

Sehubungan dengan tugas dari mata kuliah Psikologi Pendidikan, saya melakukan survey online yang bertujuan untuk melihat metode belajar apakah yang lebih diminati dan efektif bagi mahasiswa/i Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara.

Kuesioner ini terdiri dari 10 pernyataan yang berhubunagn dengan metode belajar. Survey ini telah diisi oleh 53 mahasiswa/i secara random. Berikut adalah pernyataan-pernyataan dan hasil yang saya dapatkan.

1. Saya merasa sedikit kesusahan dalam mengeluarkan pendapat ketika berdiskusi.
Setuju
23
43,40 
Netral
19
35,85 
Tidak Setuju
11
20,75 

2. Saya ingin bertanya kepada dosen / presenter namun saya malu.
Setuju
30
56,60 
Netral
12
22,64 
Tidak Setuju
11
20,75 

3. Saya merasa berdiskusi sangat membantu dalam mengembangkan pengetahuan-pengetahuan yang belum saya ketahui.
Setuju
45
84,91 
Netral
7
13,21 
Tidak Setuju
1
1,89 

4. Saya lebih cepat dan gampang menyerap pelajaran apabila dosen yang berceramah / menjelaskan.
Setuju
32
60,38 
Netral
19
35,85 
Tidak Setuju
2
3,77 

5. Saya merasa diskusi cukup membuang-buang waktu karena akan memungkinkan untuk bergossip.
Setuju
9
16,98 
Netral
30
56,60 
Tidak Setuju
14
26,42 

6. Saya tidak dapat berkonsentrasi lagi apabila dosen / presenter berceramah terlalu lama.
Setuju
32
60,38 
Netral
17
32,08 
Tidak Setuju
4
7,55 

7. Saya merasa jenuh apabila diharuskan untuk membaca bahan topik terlebih dahulu agar dapat menjawab pertanyaan dosen pada hari perkuliahan.
Setuju
13
24,53 
Netral
32
60,38 
Tidak Setuju
8
15,09 

8. Saya ingin bertanya kepada dosen / presenter namun saya tidak mendapatkan kesempatan.
Setuju
7
13,21 
Netral
29
54,72 
Tidak Setuju
17
32,08 

9. Saya tidak suka berdiskusi karena ada anggota kelompok yang tidak mau bekerja sama.
Setuju
16
30,19 
Netral
26
49,06 
Tidak Setuju
11
20,75 

10. Saya lebih memperhatikan ceramah dosen yang komunikatif.
Setuju
41
77,36 
Netral
12
22,64 
Tidak Setuju
0

Metode belajar yang tersedia dalam pernyataan-pernyataan diatas diantaranya terdiri atas metode belajar ceramah, tanya jawab dan diskusi.

Pernyataan 1, 3, 5, dan 9 mereprensentasikan metode belajar diskusi.
Pernyataan 2, 7, dan 8 mereprensentasikan metode belajar tanya jawab.
Pernyataan 4, 6, dan 10 mereprensentasikan metode belajar ceramah.

Dapat dilihat dari pernyataan yang merepresentasikan metode belajar dengan berdiskusi, 84,9 responden yang berupa mahasiswa/i Fakultas Psikologi USU menjawab bahwa mereka beranggapan berdiskusi sangat membantu dalam mengembangkan pengetahuan-pengetahuan yang belum mereka ketahui. Namun, sekitar setengah responden juga (43,40 %) menjawab bahwa mereka merasa sedikit kesulitan dalam mengeluarkan pendapat ketika diskusi sedang berlangsung.
Dalam pernyataan Saya merasa diskusi cukup membuang-buang waktu karena akan memungkinkan untuk bergossip dan Saya tidak suka berdiskusi karena ada anggota kelompok yang tidak mau bekerja sama, tidak terjadi ekstrem kiri maupun kanan. Lebih dari setengah responden menjawab "Netral" pada kedua pernyataan tersebut.

Pada pernyataan mengenai metode belajar dengan tanya jawab, sebanyak 56,60responden yang berupa mahasiswa/i Fakultas Psikologi USU menjawab bahwa mereka malu ketika akan bertanya kepada dosen / presenter.
Sebanyak 54,72 responden menjawab "Netral" dalam pernyataan Saya ingin bertanya kepada dosen / presenter namun saya tidak mendapatkan kesempatan.
Hal ini dapat berkaitan dengan pernyataan nomor 2 yang menyatakan bahwa responden malu ketika akan bertanya. Kaitannya yaitu jawaban "Netral" dipilih dalam pernyataan Saya ingin bertanya kepada dosen / presenter namun saya tidak mendapatkan kesempatan karena responden bukan merasa tidak mendapatkan kesempatan, melainkan mereka merasa malu sehingga tidak ingin bertanya. Namun lebih banyak responden (32,08%) tidak setuju bahwa mereka tidak mendapatkan kesempatan.
Pada pernyataan Saya merasa jenuh apabila diharuskan untuk membaca bahan topik terlebih dahulu agar dapat menjawab pertanyaan dosen pada hari perkuliahan, juga tidak terjadi ekstrem kiri maupun kanan. Sebanyak 60,38% menjawab "Netral" pada pernyataan tersebut.

Pada pernyataan Saya lebih cepat dan gampang menyerap pelajaran apabila dosen yang berceramah / menjelaskan, sebanyak 60,38% responden menjawab setuju. Lebih dari setengah responden juga menjawab setuju bahwa mereka tidak akan dapat berkonsentrasi lagi apabla ceramah yang diberikan terlalu lama. Dan juga sebanyak 77,36% menjawab setuju bahwa dosen yang komunikatif-lah yang akan membuat responden lebih memperhatikan ketika ceramah berlangsung.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode belajar yang paling diminati oleh responden yang berupa mahasiswa/i Fakultas Psikologi USU yang telah mengisi kuesioner tersebut yaitu metode belajar ceramah. Namun ceramah yang diberikan juga harus memperhatikan jangka waktu. Terlalu lama ceramah tersebut berlangsung akan menjadi tidak efektif  terhadap konsentrasi untuk menyerap apa yang sedang dikatakan. Dosen yang memberikan ceramah juga harus bersifat komunikatif.

Metode belajar diskusi sangat bermanfaat dalam mengembang pengetahuan-pengetahuan yang belum diketahui sebelumnya. Namun, metode ini juga tidak begitu efektif dikarenakan terdapat responden yang merasa sedikit kesulitan dalam mengeluarkan pendapat. Hal ini akan merugikan diri dia sendiri dan juga anggota kelompok lainnya.

Yang ketiga yaitu metode belajar tanya jawab. Hasil dari survey ini menunjukkan bahwa metode tanya jawab merupakan metode yang paling tidak efektif berdasarkan jawaban pernyataan-pernyataan diatas. Hal ini dikarenakan lebih dari setengah responden merasa malu ketika akan bertanya. Hal ini akan berdampak buruk, yaitu pengetahuan yang belum diketahui tidak akan terjawab sehingga pengetahuan tidak akan berkembang secara maksimal.

Testimonial :
Dalam menggunakan survey online ini, banyak keuntungan yang saya dapatkan. Dari yang awalnya saya tidak tahu bagaimana cara membuat survey online, sekarang saya telah paham tahap-tahap yang perlu dilakukan. Menggunakan survey online ini juga telah menambah pengalaman saya. Keuntungan yang lainnya pada survey online ini yaitu hematnya biaya yang perlu dikeluarkan dan juga terjadi penghematan kertas tentunya. Dalam survey online ini, hasil akhir juga telah tersedia dalam bentuk persentase secara langsung sehingga memudahkan peneliti dalam menghitung.
Kelemahan survey online menurut saya yaitu tidak terjaminnya kuesioner akan diisi oleh responden dan juga bisa terjadinya incomplete result. Maka diharuskan untuk memposting link dan juga mengecek ulang apakah jawaban telah terisi dengan lengkap sesering mungkin. Namun secara keseluruhan, saya merasa survey online ini sangat bermanfaat.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar